Rabu, 07 Maret 2018

Mobil Listrik

Mobil Listrik diyakini bakal menjadi masa depan di industri otomotif. Banyak negara, termasuk Indonesia tengah mempersiapkan pendukung mobil listrik, baik itu regulasi dan juga infrastrukturnya.
Namun, selain menjadi pasar mobil listrik, Indonesia harus bisa menguasai industri. Caranya, bagaimana Indonesia bisa memproduksi baterai di Tanah Air.
"Kita itu, goal-nya sudah jelas. Tapi, apa yang harus dilakukan. Untuk benar-benar lokalisasi itu, yes. Tapi, dari mana?" jelas Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), saat berbincang dengan, Rabu (7/3/2018).

 
 
Lanjut pria ramah ini, untuk melakukan pengembangan baterai dari nol dibutuhkan investasi yang sangat besar. Misalkan, untuk lithium ion, butuh investasi miliaran dollar hanya untuk mengambil lithium ion, dan belum termasuk pengolahan.
"Kita harus berpikir global untuk supply chain. Tidak usah semua komponen, cukup satu, dua, atau tiga tapi pengembangan dan produksi semua di Indonesia," tegasnya.
Untuk menciptakan baterai , semua pabrikan pasti akan melakukan sendiri. Namun, untuk yang bisa dibagi-bagi hanya komponen baterai.
"Sekarang gini, misalkan semua baterai yang ada di dunia pakai motor yang dibikin di Indonesia, apa tidak bangga," pungkasnya.

Pemerintah Beri Insentif Bagi Produsen Mobil Listrik

Menurut Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, beberapa pabrikan otomotif yang kepincut antara lain Toyota, BMW, Nissan, ataupun perusahaan kendaraan komersial.
“Tentu pemerintah akan terus dorong terkait dengan kebijakan pemerintahnya. Tentu saja akan mempersiapkan infrastruktur dan persiapan lainnya,” ungkap Airlangga disela penyerahan delapan unit  Outlander PHEV dan dua i-MiEV di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (26/2).


Tak hanya infrastruktur, Airlangga mengatakan pemerintah juga menyiapkan insentif untuk industri, seperti kebijakan tax allowance bagi pabrikan yang melakukan ekspansi di sini.
“Jadi, kalau hari ini tax allowance itu hanya diberi untuk perusahaan baru. Tapi ke depan sudah dibahas juga di kabinet, bahwa perusahaan yang melakukan ekspansi juga akan diberikan allowance, juga perusahaan yang melakukan inovasi seperti electric vehicle,” jelasnya

apat Koordinasi Ormas,LSM,OKP dan Lembaga






DEPOK-  Rapat Koordinasi Ormas,LSM,OKP dan Lembaga Walikota Depok M Indris Pemerintah Kota Depok di aula Notohamiprodjo Hotel Bumi Wiyata-Margonda pada hari Rabu (7/3/2018), acara di selenggarakan oleh Kesbangpol Kota Depok.

Kepala Kesbangpol Kota Depok yaitu Drs Dadang Wihana M.Si membuka pengarahan dengan judul “Sosialisasi UU No.17 Tahun 2013” tentang Organisasi Kemasyarakatan, beliau memaparkan tentang pengertian, Asas, ciri dan sifat Ormas”.

BACA JUGA :  P2WKSS

Pada acara yang sama Dandim 0508 Kota Depok yaitu Letkol R. Iskandarmanto S.E beliau memaparkan tentang “PROXY WAR” adalah perang tanpa fisik, tidak tahu siapa kawan siapa lawan, contoh nya pemberontakan senjata, separatis, anarkis, regulasi yang merugikan, bentrok antar kelompok, solusi mengatasinya yaitu dengan 4 Pilar. Yang harus kita waspadai adalah HOAX cara mengatasi nya membentuk diri yang berkarakater, mensosialisasi, mencintai alam dan meningkatkan iman dan takwa,” pungkas
Letkol R. Iskandarmanto S.E

Kapolres Kota Depok AKBP Didik Sugiarto diacara tersebut juga memaparkan “terkait situasi Kamtibmas Kota Depok, mengajak semua potensi masyarakat menjaga kerukanan beragama dalam rangka menjaga toleransi bermasyarakat. Wilayah kota depok sampai saat ini aman kondusif kami melihat masyarakat melakukan aktifitas nya dengan aman dan nyaman,”
“Peristiwa konfensional yang terjadi kadang kadang perilakunya menyimpang, beberapa waktu yang lalu dikejutkan dengan aksi perampasan di sebuah toko. Kami bersinergi dengan TNI di jam jam rawan melakukan patroli utuk mengantisipasi kerawanan maupun potensi kriminalitas,” ucapnya.

Dalam pemaparan rapat koordinasi tersebut Suwarna perwakilan dari KPUD kota Depok juga memaparkan tentang peran Pemerintah Kota dan pemerintah Daerah dalam Komisi Pemilihan Umum di antaranya pemantauan kelancaran penyelenggaraan pemilu dan kegiatan lain yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan Pemilu.

Rapat juga membuka tanya-jawab dari seluruh peserta untuk mengeluarkan apa yang belum diketahui ataupun mau dijelaskan untuk kepentingan bersama.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Walikota Depok, Dandim 0508 Kota Depok, Kapolres Kota Depok, Kepala Kesbangpol Kota Depok, KPUD Kota Depok dan ketua serta anggota Ormas, LSM, OKP dan Lembaga Perwakilan Pemerintah yang ada di Kota Depok